Di tengah kehidupan yang semakin cepat dan penuh tuntutan, manusia sering kali sibuk mengejar banyak hal kesuksesan, pengakuan, dan berbagai pencapaian dunia. Namun di balik semua itu, ada satu hal yang sering luput disadari: jiwa manusia diam-diam merasa lapar. Lapar akan makna, ketenangan, dan kedekatan dengan Tuhan. Ramadhan datang sebagai jawaban atas kerinduan itu. Melalui puasa, manusia tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga belajar menahan diri, merapikan hati, serta menata kembali arah hidupnya. Dalam keheningan sahur, dalam kesabaran sepanjang hari, dan dalam doa-doa di malam yang panjang, Ramadhan perlahan membuka ruang bagi manusia untuk mengenal dirinya lebih dalam. Buku Jiwa yang Lapar, Hati yang Pulang mengajak pembaca menyelami makna Ramadhan dari berbagai sisi kehidupan. Tentang pencarian manusia menuju Tuhan, tentang perubahan diri yang lahir dari latihan menahan diri, tentang pelajaran yang tersembunyi dalam rasa lapar, tentang kepedulian kepada sesama, hingga tentang tanggung jawab kita terhadap bumi yang menjadi rumah bersama. Dengan bahasa reflektif dan menyentuh, buku ini mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah yang datang dan pergi setiap tahun. Ia adalah perjalanan spiritual, sebuah kesempatan bagi manusia untuk kembali menemukan arah hidupnya. Sebab pada akhirnya, setiap jiwa yang benar-benar merasakan lapar pada Ramadhan akan memahami satu hal: bahwa di balik perjalanan hidup yang panjang, selalu ada satu tempat yang menunggu kita untuk pulang Tuhan.
Penulis: Mudjib Mustain, Najihul Huda, Muhtadi, Farhad Muhammad, Muhammad Ajid Husain, Muchammad Cholil, Ach. Muzajjad, Agus Raikhani, Rubait Dasururi, Cholid Ma’arif, Junaedi
Editor: Aang Fatihul Islam
Cover: Khoirur Roziqin
Layout: Dyah Ayu Puspitasari
Size: X + 79 hlm, UK: 15,3 x 23 cm
All right reserved, Maret 2026
ISBN: xxx-xxx-xxxxxxx
Penerbit: Pena Langit Publishing
Anggota IKAPI No. 413/JTI/2024
Belum ada review.